Shio super prediksi akurat togel hongkong dan singapore kamis 27 april 2017

Posted on

Shio super prediksi akurat togel hongkong dan singapore kamis 27 april 2017

Ini adalah soal London dan Piala FA. Yang satu adalah kota dengan berbagai cerita soal sepakbola, yang lainnya adalah turnamen tertua yang kaya cerita.

Keberhasilan Arsenal menggeser Tottenham Hotspur dari peringkat kedua Liga Primer Inggris adalah salah satu kisah utama pada akhir pekan yang lalu. Ini memang tidak seperti kesuksesan Leicester City menjuarai Liga Primer, namun bagi pendukung Arsenal maupun Spurs, St. Totteringham’s day ini adalah momen yang sangat penting.

St. Totteringham’s day adalah hari yang sudah terkenal. Hari tersebut adalah saat ketika suporter Arsenal merayakan keberhasilan mereka karena pada saat itu Spurs sudah tidak bisa lagi mengejar mereka di klasemen secara matematis.

Ini memang hanya melibatkan dua kesebelasan, Arsenal dan Spurs. Namun, jika kita melihat secara keseluruhan, sepakbola di Kota London memang sudah selalu menjadi sorotan. Masalahnya yang kemudian muncul adalah, siapa sebenarnya yang paling sukses di kota London? Dan apa efek sepakbola di kota London kepada sepakbola dunia secara keseluruhan?

Sebelum kita mendapatkan jawaban dari dua pertanyaan tersebut, kita bisa sedikit mengetahui terlebih dahulu mengenai sejarah sepakbola di ibukota Inggris tersebut.

Piala FA sebagai Tonggak Sejarah Sepakbola di Kota London

Budaya sepakbola di inggris sudah sangat kuat, terutama karena mereka mengaku sebagai leluhur sepakbola modern. Hal ini juga terjadi di London.

Sepakbola dimainkan hampir di seluruh kota tersebut. Di London, sepakbola tak melulu tentang olahraga, tapi juga ada unsur kekerasan, mabuk-mabukkan, gaya berpakaian, hingga politik di dalamnya. Jadi tak jarang, warga London mengaku kotanya sebagai kiblat sepakbola dunia.

images (1)

AS – KOP – KEPALA – EKOR BESAR GANJIL – GANJIL BESAR
Angka Main ( Ai ) ; 6491
COLOK Bebas : 1
COLOK Macau ; 7 3
AS : 4
KOP : 5
KEPALA : 8
EKOR : 05.37

Diawali pada akhir abad ke-19, mulai bermunculan sejumlah kesebelasan amatir di London dan sekitarnya. Namun, belum adanya kompetisi resmi saat itu, membuat kesebelasan amatir tersebut hanya rutin mengadakan pertandingan persahabatan. Belum adanya peraturan baku juga membuat setiap kesebelasan menentukan peraturan yang akan digunakan menjelang pertandingan.

Harrow School yang berada di wilayah Harrow on the Hill, sebelah tenggara London, merupakan pionir sepakbola modern. Sekolah tersebut menetapkan peraturan tentang sepakbola yang harus menggunakan kaki, kecuali penjaga gawang. Peraturan lainnya adalah penjaga gawang menggunakan sarung tangan dan mahkota untuk membedakannya dengan pemain outfield.

Akibat ketidakseragaman peraturan sepakbola di London, beberapa sekolah pun bertemu untuk membahas mengenai peraturan dasar sepakbola. Diadakan di The Freemasons’ Tavern di Great Queen Street, London, pada 26 Oktober 1863, mereka pun menyetujui sebuah peraturan dasar dalam permainan sepakbola dan membentuk lembaga khusus yang bernama The Football Association (FA).